Sabtu, 24 Oktober 2015

1.      Pengantar sistem informasi psikologi
a.       Pengertian Informasi
Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.

b.      Pengertian Sistem Informasi
Sutabri (2005) Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

c.       Contoh-contoh kasus
Kasus PT Sukar Maju
Tingkat pertumbuhan penjualan cenderung menurun dari tahun ke tahun. Penjualan 3 tahun terakhir 2009 s.d 2010 rata-rata turun 10% Penurunan diperkirakan akan terjadi lagi untuk tahun-tahun mendatang. Berdasar alasan tersebut, maka perlunya Analisis permasalahan. Pelanggan  mengeluh karena pelayanan kurang baik dan barang yang tidak sesuai dengan yang dipesan. Banyak piutang tidak tertagih. Pengendalian manajemen yang kurang efektif.
Seharusnya pada bagian order bisa dilakukan dengan cepat dan barang seharusnya bisa dikirim sesuai dengan pesanan. Pada bagian kredit harusnya bisa ditangani dengan baik dengan cara tidak menunda waktu penagihan atau secara berbelit-belit
2.      Arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia
A.    Arsitektur Komputer lebih cenderung pada kajian atribut–atribut sistem komputer
yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang
digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
B.     Struktur Kognisi Manusia
Sebelum membahas apa itu struktur kognisi manusia? ada baiknya kalau kita mengartikan kata struktur dan kognisi terlebih dahulu untuk mempermudah kita dalam memahaminya. Menurut Prof. Benny H. Hoed struktur adalah bangun (teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan, sedangkan kognitif, Menurut Drever (Solihin, 2012) disebutkan bahwa ”kognisi adalah istilah umum yang mencakup segenap model pemahaman, yakni persepsi, imajinasi, penangkapan makna, penialain, dan penalaran”. Dan Menurut Chaplin (2002) dikatakan bahwa “kognisi adalah konsep umum yang mencakup semua bentuk mengenal, termasuk di dalamnya mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan, menyangka, membayangkan, memperkirakan, menduga dan menilai.
C.     Kaitan antara arsitektur computer dengan struktur kognisis manusia adalah mereka sama-sama mempunyai bagian yang penting dari setiap struktur dan atributnya dan mempunyai fungsi masing-masing.
D.    Kelebihan dan kelemahan arsitektur computer dibanding struktur kognitif manusia, kelebihan arsitektur komputer Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat tapi Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia. Sedangkan struktur kognitif manusia Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal tapi membutuhkan waktu yang cukup lama
E.     Contoh kasus

Contoh kasus nyata menurut saya sendiri adalah pada saat kita sedang mengerjakan tugas dengan menggunakan aplikasi-aplikasi komputer untuk menunjang tugas-tugas yang dibuatnya

sumber:
Gordon B. Davis, Management Information System: Conceptual Foundation, Structure, and Development, McGraw-Hill International Book Company, Aucklland dll., 1974, halaman 32

Setyawan, A., & Riadi, I. (2013). Aplikiasi multimedia pembelajaran tentang memori menggunakan adobe flash. Jurnal Sarjana Teknik Informatika, Vol 1(1), 183

Solso, L. Robert.(2007). Psikologi Kogintif. Jakarta: Erlangga 

Senin, 11 Mei 2015

Tugas Terapi Kelompok 

Terapi Kelompok

A.    Pengertian
Terapi kelompok merupakan suatu psikoterapi yang dilakukan sekelompok pasien bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau diarahkan oleh seorang therapist atau petugas kesehatan jiwa yang telah terlatih (Pedoman Rehabilitasi Pasien Mental Rumah Sakit Jiwa di Indonesia dalam Yosep, 2007).
B.     Proses Terapi Kelompok
Hasil penelitian menunjukkan proses pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok mencakup pengorganisasian dan fase kerja. Partisipan-partisipan memberikan pernyataan bahwa proses pertama dari kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok adalah pengorganisasian, meliputi kegiatan menentukan waktu pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok, menentukan leader, co leader, fasilitator dan observer, menentukan peserta dan merencanakan jenis Terapi Aktivitas Kelompok yang akan dilaksanakan.
Pemaparan partisipan yakni menentukan waktu pelaksanaan, menentukan leader, co leader, fasilitator dan observer serta menentukan peserta Terapi Aktivitas Kelompok telah sesuai dengan teori menurut Yalom, fase pertama dimulai dengan membuat tujuan, merencanakan, pembagian tugas, siapa yang menjadi leader, anggota, tempat pelaksanaan, waktu pelaksanaan, proses evaluasi pada anggota dan kelompok, menjelaskan sumber-sumber yang diperlukan kelompok.(Riyadi, 2009).
Pasien akan melakukan orientasi terhadap anggota kelompok, tujuan serta target yang ingin dicapai pada fase kerja serta mencakup kegiatan eksplorasi menurut jenis Terapi Aktivitas Kelompok yang diberikan. Pernyataan-penyataan tentang fase kerja Terapi Aktivitas Kelompok sedikit berbeda dari konsepnya, dimana dalam teori disebutkan bahwa terdapat fase awal dalam Terapi Aktivitas Kelompok meliputi kegiatan Orientasi, konflik dan kebersamaan sehingga dapat
disimpulkan bahwa proses Terapi Aktivitas Kelompok terdiri dari tahap pengorganisasian dan kerja.
Hal-hal yang dirasakan perawat dalam pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok menurut partisipan adalah perasaan positif dan negatif. Perawat merasakan perasaan positif dalam pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok, hal ini dinyaTerapi Aktivitas Kelompokan dengan kata-kata senang, enjoy, asyik. Arti senang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kata sifat yang berarti puas, berbahagia, tidak ada sesuatu yang menyusahkan, mudah, tanpa rasa susah sedangkan asyik memiliki definisi senang. Selain itu enjoy yang berarti mengalami sesuatu yang menyenangkan atau memuaskan dalam melakukan pekerjaannya. Perasaan bangga juga dirasakan, yang berarti besar hati, merasa gagah karena mempunyai keunggulan. Keunggulan yang dimaksud oleh partisipan adalah intervensi keperawatan mandiri: Terapi Aktivitas Kelompok yang dapat membawa manfaat bagi pasien yakni membawa perubahan perilaku maladaptif menjadi adaptif. Perasaan negatif dinyaTerapi Aktivitas Kelompokan oleh partisipan. Perawat mengalami kendala dalam pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok. Kendala adalah
faktor atau keadaan yang membatasi, menghalangi atau mencegah mencapai sasaran. Bila dihubungkan pada konteks ini, adanya kondisi yang menghalangi perawat untuk melakukan Terapi Aktivitas Kelompok sesuai tujuannya. Kondisi ini merujuk kepada perasaan yang negatif.
Data-data yang terurai di atas dirumuskan menjadi perasaan yang dirasakan perawat dalam pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok. Perasaan tersebut meliputi perasaan positif dan negatif.

C.    Manfaat Terapi Kelompok

Terapi aktivitas kelompok mempunyai manfaat yaitu :

a.   Umum
1. Meningkatkan  kemampuan  menguji  kenyataan (reality  testing)  melalui komunikasi dan umpan balik dengan atau dari orang lain.
            2. Membentuk sosialisasi
3. Meningkatkan  fungsi  psikologis,  yaitu  meningkatkan  kesadaran  tentang hubungan antara reaksi emosional diri sendiri dengan perilaku defensive (bertahan terhadap stress) dan adaptasi.
4. Membangkitkan motivasi bagi kemajuan fungsi-fungsi psikologis seperti kognitif dan afektif.

b.  Khusus
1) Meningkatkan identitas diri.
2) Menyalurkan emosi secara konstruktif.
3) Meningkatkan keterampilan hubungan sosial untuk diterapkan sehari-hari.
4) Bersifat rehabilitatif: meningkatkan kemampuan ekspresi diri, keterampilan sosial, kepercayaan diri, kemampuan empati, dan meningkatkan kemampuan tentang masalah-masalah kehidupan dan pemecahannya.

D.    Kasus-kasus yang diselesaikan dalam terapi kelompok

a.      Kasus tentang depresi
b.      Kasus tentang tindak kekerasan
c.      Kasus tentang ansietas
d.      Kasus Bullying



E.     Contoh Terapi Kelompok
Seseorang yang berusaha ingin berhenti merokok akan mencari jalan keluarnya. Namun tidak semua orang bias berhasil dengan metode yang disarankan dari orang lain. Setiap orang tentu memiliki alasan yang berbeda untuk berhenti merokok.  Di dalam keluarga pun perokok mengalami penolakan dari anggota keluarganya. Anak maupun istri akan menghindar jika informan merokok. Bahkan penolakan dari istri yaitu dia tidak mau diajak bercanda dan tidur bersama di kamar yang mengakibatkan informan
terdorong untuk berhenti merokok.
Dorongan dan anjuran anggota keluarga mampu menjadi alasan untuk berhenti merokok. Anak dan istri informan ternyata terpengaruh gaya hidup perokok, terbukti mereka mengikuti jejak informan sebagai perokok.  Apalagi dalam keluarga itu terdapat balita yang mudah terkena asap rokok yang akan berakibat buruk bagi kesehatannya
kelak.
Informan A pernah mencoba berhenti merokok dengan mencari pengobatan yang bisa menyembuhkan kecanduannya terhadap rokok. Pada awalnya dia pergi ke pengobatan tradisional. Informasi itu diperoleh melalui temannya. Teman tersebut memberitahu bahwa ada jamu khusus yang bisa menghilangkan nikotin dari dalam tubuh. A langsung pergi membeli jamu yang ditunjukkan oleh temannya itu. Namun dia merasa tidak puas. Kemudian dia mencoba dengan pengobatan modern yaitu melalui dokter khusus yang menangani masalah kecanduan merokok. Dokter tersebut member obat berupa permen “antinik” kepadanya. A merasa senang dengan obat tersebut. Permen tersebut untuk meng-hilangkan nikotin dan tar yang ada dalam paruparu. Setelah permen itu dikonsumsi ternyata rasanya pahit, sehingga dia merasa tidak enak untuk merokok. Beberapa minggu kemudian setelah mengonsumsi permen antinik tersebut dia merasa bersih dari nikotin, tiba-tiba muncul keinginan untuk merokok kembali. Pengaruh teman-teman menyebabkan dia merokok. “Dulu saya pernah berhenti, tapi nggak bisa gara-gara ada acara jagong. Waktu pemilu juga mau berhenti, eh malah dikasih rokok dua pack. Akhirnya saya berikan pada istri saya. Waktu itu rokoknya Class Mild. Jadi ringan untuk istri.”
Dia terus berusaha terbebas dari rokok, apalagi melihat kondisi istri dan anak yang mengikuti jejaknya sebagai perokok menyebabkan dorongan untuk hidup sehat semakin kuat. Menurut pendapatnya, semua pengobatan tidak akan berguna kalau tidak ada niat berhenti merokok dari perokok itu sendiri. Pengobatan atau terapi yang ditawarkan oleh ahli kesehatan atau yang sejenisnya itu hanyalah perantara saja untuk mewujudkan keinginan si penderita tadi. Metode perubahan perilaku adalah seseorang berubah tanpa bantuan obat-obatan. Metode perubahan perilaku ini yang paling sederhana, paling mudah dimengerti, paling banyak dicoba, tetapi paling banyak membuat seseorang tidak berhasil atau gagal. Caranya tinggal berhenti saja, tanpa perlu perencanaan yang terinci. Hanya ada modal ingin (wishful) berhenti merokok dari perokok tersebut. Tegasnya keinginan yang kuat dari dalam hati perokok itu sendiri.

Sumber
Yosep, Iyus. 2007. Keperawatan Jiwa. Bandung: Reflika Aditama.
Sinaga, Sulisno. 2012. JURNAL NURSING STUDIES. Volume 1. No: 1. Halaman 47,

Fawzani, Triratnawati. 2005. TERAPI BERHENTI MEROKOK. VOL. 9. NO. 1

Minggu, 05 April 2015

1. Pendekatan dalam Psikoterapi
    A. Psikoanalisa
         Psikoanalisa adalah sebuah aliran yang menitikberatkian pada pikiran dan ketidaksadaran yang            diringkas dalam frase pikiran yang tidak sadar.Pendekatan ini berfokus pada mengubah masalah          perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi          di pikiran bawah sadar. Sigmund Freud merupakan tokoh pendiri psikoanalisis atau disebut juga          aliran psikologi dalam (depth psychology) ini secara skematis menggambarkan jiwa sebagai                sebuah gunung es. Bagian yang muncul di permukaan air adalah bagian yang terkecil, yaitu                puncak dari gunung es itu, yang dalam hal kejiwaan adalah bagian kesadaran (conscious-ness).            Agak di bawah permukaan air adalah bagian yang disebutnya prakesadaran atau                                    subconsciousness atau preconsciousness.
       
          Teknk psikoterapi melalui pendekatan psikoanalisis adalah
          1.    Asosiasi bebas
             adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman  masa lalu & pelepasan emosi yang                  berkaitan dengan situasi traumatik di masa lalu
          2.    Penafsiran
             Adalah suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi bebas, mimpi-mimpi, resistensi dan                        transferensi bentuk nya = tindakan analis yang menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari              klien makna-makna.
          3.    Analisis Mimpi
             Suatu prosedur yang penting untuk menyingkap bahan-bahan yang tidak disadari dan                          memberikan kepada klien atas beberapa area masalah yang tak terselesaikan
          4.    Analisis dan Penafsiran Resistensi
             Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan-alasan yang ada dibalik resistensi                  sehingga dia bisa menanganinya
          5.    Analisis & Penafsiran Transferensi
             Adalah teknik utama dalam Psikoanalisis karena mendorong klien untuk menghidupkan                      kembali masa lalu nya dalam terapi
          6.    Hipnotis
             Banyak digunakan oleh psikiater Perancis, dengan cara menghilangkan ingatan-ingatan                        pasien yang mengandung simptom-simptom, kemudian psikiater memberikan ingatan baru                  berupa sugesti-sugesti yang kuat, yang dapat memulihkan kesehatan pasien. Freud kurang                    tertarik dengan teknik ini, sebab tingkat keampuhannya diragukan.
  
   B. Behaviorisme
        Menurut teori Behaviorisme, belajar adalah tingkah laku yang berubah akibat adanya interaksi             antara stimulus dan respon. Steven Jay Lynn dan John P. Garske (1985) menyebutkan bahwa di           kalangan konselor/psikolog, teori dan pendekatan behavior sering disebut sebagai modifikasi               perilaku (behavior modification) dan terapi perilaku (behavior therapy), sedangkan menurut                 Carlton E. Beck (1971) istilah ini dikenal dengan behavior therapy, behavior counseling,                     reinforcement therapy, behavior modification, contingency management. Istilah pendekatan                 behavior pertama kali digunakan oleh Lindzey pada tahun 1954 dan kemudian lebih dikenalkan           oleh Lazarus pada tahun 1958. Istilah pendekatan tingkah laku lebih dikenal di Inggris                         sedangkan di Amerika Serikat lebih terkenal dengan istilah behavior modification. Di kedua               negara tersebut pendekatan tingkah laku terjadi secara bersamaan.

        Kelemahan dan kekuatan teori behavioristik ini adalah proses belajar:

                     a. dapat diamati secara langsung padahal belajar adalah proses kegiatan mental yang                                tidak dapat disaksikan dari luar kecuali sebagian gejalanya.
            b.  bersifat otomatis-mekanis, sehingga terkesan seperti gerakan mesin dan robot,                                       padahal setiap siswa memiliki kemampuan mengarahkan diri dan pengendalian diri                             yang bersifat kognitif, dan karenanya ia bisa menolak merespons jika ia tidak                                       mengendaki, misal ia lelah dengan kata hati.
                      c.   manusia yang dianalogikan dengan perilaku hewan itu sangat sulit diterima,                           mengingat mencoloknya perbedaan karakter fisik dan psikis antara manusia dan                   hewan.
           d.  usaha-usaha mengubah perilaku mengabaikan faktor-faktor kognitif yang potensial                               mengganggu proses belajar. Untuk siswa yang pengetahuan atau kemampuan                                       kognitifnya lemah, harus menggunakan strategi belajar mengajar pada teori kognitif.
                     e.  penguatan yang diberikan karena menyelesaikan tugas-tugas akademis yang bisa               mendorong siswa untuk melakukannya lebih cepat dan bagus.
          f.     penguatan ekstrinsik terhadap sebuah aktivitas yang dianggap siswa sudah                           menguatkan secara intrinsik akan mengurangi kesenangan siswa terhadap                           kegiatan             tersebut. Ketika siswa mengerjakan tugas yang sulit, guru                             memberikan dorongan                 agar siswa mengerjakan dengan baik tetapi siswa               akan merasakan kebosanan. 

        Pendekatan Behavioral ini menekankan pada tingkah laku yang berubah-ubah akibat dari                     interaksi antara stimulus dan respon. Belajar yaitu  perubahan yang dialami siswa dalam            hal kemampuannya untuk  bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil                    interaksi antara stimulus dan respons.
   
  C. Humanistik

       Pendekatan Humanistic Therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan                setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap                    manusia dengan keunikannya bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh karena        itu, dalam terapi humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator                        perubahan saja, bukan mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak mencoba untuk              mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan                  kesadaran dan berubah atas dasar kesadarannya sendiri.

       Metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan humanistik adalah Gestalt                  Therapy, Client Cantered Psychotherapy, Depth Therapy, Sensitivity Training, Family            Therapies, Transpersonal Psychotherapy dan Existential Psychotherapy
  
  D.  Kognitif
        
        Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) punya konsep bahwa perilaku manusia itu                       dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih                 fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku. Pandangan                   Cognitive Therapy adalah bahwa disfungsi pikiran menyebabkan disfungsi perasaan             dan disfungsi perilaku. Tokoh besar dalam cognitive therapy antara lain Albert Ellis dan         Aaron Beck.

        Tujuan utama dalam pendekatan cognitive adalah mengubah pola pikir dengan cara             meningkatkan kesadaran dan berpikir rasional. Beberapa metode psikoterapi yang               termasuk dalam pendekatan Cognitive adalah Collaborative Empiricism, Guided                   Discovery, Socratic Questioning, Neurolinguistic Programming, Rational Emotive                   Therapy (RET), Cognitive Shifting. Cognitive Analytic Therapy (CAT)  dan sebagainya.

2. Kasus yang biasa di tangani pendekatan:
    
    A. Psikoanalisa
         contoh, ada seorang anak yang mengalami mimpi buruk yang berulang ulang, mimpi            itu sangat mengganggu si anak. Lalu anak itu menemui psikolog lalu memakai terapi            psikoanalisa. Analisis mimpi memungkinkan terapis untuk mengetahui masalah-                    masalah yang tidak terselesaikan oleh klien.Tugas terapis disini adalah menyingkap              makna yang disamarkan dengan mempelajari simbol-simbol dari isi manifes mimpi,              sehingga dapat diketahui isi laten klien.
    B. Behavior
         Bixente adalah anak terakhir dari empat bersaudara, ia lahir di New York, Amerika                Serikat. Ketika ia lahir, kakak perempuannya berusia 17 dan 14 tahun, sedangkan                kakak laki-lakinya berusia 9 tahun. Bixente hidup di lingkungan tetangga yang hanya            ada sedikit anak-anak, dia ingat dulu sering merasa kesepian dan ketakutan. Awalnya          ia mengambil kuliah jurusan sastra inggris, tetapi karena dosennya tidak menarik dan            membosankan maka ia memutuskan untuk pindah ke jurusan psikologi dan sosiologi,          yang materinya menarik minat dan rasa ingin tahunya. Selain itu, dosen-dosennya                membuat Bixente menjadi terinspirasi. Akhirnya tahun 1957 ia mendapatkan gelar                master dalam psikologi eksperimental dan tahun 1960 mendapatkan gelar Ph.D dalam          psikologi klinis.
    C. Humanistik
         Lani yakin bahwa dia merupakan orang yang sangat dermawan, sekalipun dia                      seringkali sangat pelit dengan uangnya dan biasanya hanya memberikan tips yang                sedikit atau bahkan tidak memberikan tips sama sekali saat di restauran. Ketika teman          makan malamnya memberikan komentar pada perilaku pemberian tipsnya, dia tetap            bersikukuh bahwa tips yang dia berikan itu sudah layak dibandingkan pelayanan yang          dia terima. Dengan memberikan atribusi perilaku pemberian tipsnya pada pelayanan            yang buruk, aka dia dapat terhindar dari kecemasan serta tetap menjaga konsep                  dirinya yang katanya dermawan.
    D. Kognitif
         Dani , seorang siswa di sebuah SMA di Cirebon, dalam proses pembelajaran ia selalu          bertanya-tanya tentang apa yang dia pelajari, kemudian dia berpikir mengapa dia                  mempelajari halitu, lalu dia berpikir kembali mengapa dia berpikir mengenai tentang              mengapa dia mempelajari hal itu. Karena itu, maka Dani mengalami keterlambatan              dalam pengolahan informasi. Di kelas iatertinggal dalam pelajarannya. Saat teman-              temannya telah mendapatkan informasi baru, Dani masih memikirkan hal yang sama            tanpa berusaha memahami informasi-informasi baru yangdiberikan oleh gurunya.                  Keterlambatan Dani dalam memproses informasi, mempengaruhi prestasinya dalam            belajar.

3. Pandangan anda dalam kasus tersebut dianggap bisa ditangani oleh pendekatan                 psikologi.

    A. Psikoanalisa
         Freud melihat bahwa mimpi sebagai “royal to the uncouncious”, dimana dalam mimpi            semua keinginan, kebutuhan,dan ketakutan yang tidak disadari diekspresikan.                      Dengan terapi psikoanalisa bisa diatasi, terapi ini mempunyai prosedur untuk                        membuat klien menceritakan semua permasalahan yang tidak disadari oleh klien.                  Terapi ini biasanya dipadukan dengan hypnotherapi yang membuat klien                                menceritakan semua permasalahannya. Setelah itu konselor akan mencari                            permasalahan dengan prosedur yang biasa di pakai psikoanalisa.   
    B. Behaviorisme
         Behavior therapy lebih menekankan kepada metode action-oriented untuk membantu            orang-orang mengubah perilaku dan pikiran mereka (Glass dan Arnkoff dalam Corey,          1996). Pandangan ini semakin menguatkan bahwa manusia dapat memiliki                            kemampuan untuk berkembang ke arah yang lebih baik, apabila ia berada dalam                  situasi lingkungan yang mendorongnya untuk menjadi individu yang baik. Adapun                  perilaku bermasalah dalam konsep behavioristik adalah perilaku yang tidak                            sesuai/tepat dengan yang diharapkan oleh lingkungan. Penetapan perilaku                            bermasalah mengacu pada perbedaannya dengan perilaku normal yang menekankan          aspek penyesuaian diri dengan lingkungan.
    C. Humanistik
         Rogers berpikir bahwa manusia akan merasa gelisah ketika konsep diri mereka                    terancam. Untuk melindungi diri mereka dari kegelisahan tersebut, manusia akan                  mengubah perbuatanny sehingga mereka masih akan tetap mampu berpegang pada            konsep diri mereka. Manusia dengan tingkat inkongruensi yang lebih tinggi akan                    merasa sangat gelisah karena realitas selalu mengancam konsep diri mereka secara            terus menerus.
    D. Kognitif
         Dani berada pada tahap operasional formal. Selayaknya remaja pada usia Dani                    mengalami apa yang dialami oleh Dani. Namun, pada diri Dani, dia terlalu                              memfokuskan pikirannya terhadap informasi yang baru ia terima. Operasional formal            yang terjadi pada setiap informasi yang didapatnya mengakibatkan Dani mengalami              keterlambatan dalam pemrosesan informasi karena ia terus berpikir mengenai ’                    mengapa ia memikirkan hal tersebut, lalu ia berpikir kembali mengapa sebelumnya ia            memikirkan tentang hal tersebut’. Hal ini membuat Dani mendapatkan sedikit                        informasi dibandingkan dengan teman-temannya yang lain, sehingga Dani mengalami          penurunan dalam prestasi belajarnya. Keterlambatan yang dialami oleh Dani                        merupakan suatu gangguan belajar dalam memproses informasi.
        

SUMBER

http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/imajinasi/article/viewFile/1778/pdf
http://www.scribd.com/doc/98304402/Perkembangan-Kognitif-Remaja-baru#scribd
Basuki, H. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma
Sanyata, S. 2012. “Teori Dan Aplikasi Pendekatan Behavioristik Dalam Konseling” .
Jurnal Paradigma. Volume 7, No.14

Rabu, 28 Januari 2015

Alit Aji Nugroho
3PA11
10512649

DINAMIKA KELOMPOK DAN KONFLIK DALAM PROSES MANAJEMEN DI PERUSAHAAN

1. Konflik dalam mengembangkan manajemen di perusahaan
     
     Konflik adalah suatu kondisi dimana terjadi ketidaksepahaman antara individu satu dengan yang lainnya. Suatu konflik muncul biasa muncul dalam sebuah organisasi. Penyebab konflik karena diidentifikasikan sebagai komunikasi yang kurang baik dan pengalaman kerja antara karyawan satu dengan yang lainnya. Biasanya konflik dimanfaatkan oleh manajer atau direktur untuk memajukan dan mengembangkan perusahaan. Dengan adanya perdebatan dan masukan dari para karyawan, itu bisa memunculkan ide supaya perusahaan bisa maju dalam proses manajemen.

 Contoh Kasus:

Konflik Buruh Dengan PT X
Sekitar 500 buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu-Gabungan Serikat Buruh Independen (SBGTS-GSBI) PT X, Selasa (23/9) siang ‘menyerbu’ Kantor Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Jakarta Utara di Jl Plumpang Raya, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Mereka menuntut pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang mempekerjakan mereka karena mangkir memberikan tunjangan hari raya (THR).

Ratusan buruh PT X yang berlokasi di Jl Jembatan III Ruko 36 Q, Pluit, Penjaringan, Jakut, datang sekitar pukuk 12.00 WIB. Sebelum ditemui Kasudin Nakertrans Jakut, mereka menggelar orasi yang diwarnai aneka macam poster yang mengecam usaha perusahaan menahan THR mereka. Padahal THR merupakan kewajiban perusahaan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 4/1994 tentang THR.

“Kami menuntut hak kami untuk mendapatkan THR sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan jangan dikarenakan ada konflik internal kami tidak mendapatkan THR, karena setahu kami perusahaan garmen tersebut tidak merugi, bahkan sebaliknya. Jadi kami minta pihak Sudin Nakertrans Jakut bisa memfasilitasi kami,” jelas Abidin, koordinator unjuk rasa ketika berorasi di tengah-tengah rekannya yang didominasi kaum perempuan itu, Selasa (23/9) di depan kantor Sudin Nakertrans Jakut. Sekedar diketahui ratusan buruh perusahaan garmen dengan memproduksi pakaian dalam merek Sorella, Pieree Cardine, Felahcy, dan Young Heart untuk ekspor itu telah berdiri sejak 1989 ini mempekerjakan sekitar 800 karyawan yang mayoritas perempuan.

Demonstrasi ke Kantor Nakertrans bukan yang pertama, sebelumnya ratusan buruh ini juga mengadukan nasibnya karena perusahan bertindak sewenang-wenang pada karyawan. Bahkan ada beberapa buruh yang diberhentikan pihak perusahaan karena dinilai terlalu vokal. Akibatnya, kasus konflik antar buruh dan manajemen dilanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial. Karena itu, pihak manajemen mengancam tidak akan memberikan THR kepada pekerjanya.

Mengetahui hal tersebut, ratusan buruh PT X mengadu ke kantor Sudin Nakertrans Jakut. Setelah dua jam menggelar orasi di depan halaman Sudin Nakertrans Jakut, bahkan hendak memaksa masuk ke dalam kantor. Akhirnya perwakilan buruh diterima oleh Kasudin Nakertrans, Saut Tambunan di ruang rapat kantornya. Dalam peryataannya di depan para pendemo, Sahut Tambunan berjanji akan menampung aspirasi para pengunjuk rasa dan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. "Pasti kami akan bantu, dan kami siap untuk menjadi fasilitator untuk menyelesaikan masalah ini," tutur Sahut.

Selain itu, Sahut juga akan memanggil pengusaha agar mau memberikan THR karena itu sudah kewajiban. “Kalau memang perusahaan tersebut mengaku merugi, pihak manajemen wajib melaporkan ke pemerintah dengan bukti konkret,” kata Saut Tambunan kepada beritajakarta.com usai menggelar pertemuan dengan para perwakilan demonstrasi.

Sesuai peraturan, karyawan dengan masa kerja di atas satu tahun berhak menerima THR. Sementara bagi karyawan dengan masa kerja di bawah satu tahun di atas tiga bulan, THR-nya akan diberikan secara proporsional atau diberikan sebesar 3/12X1 bulan gaji. Karyawan yang baru bekerja di bawah tiga bulan bisa daja dapat tergantung dari kebijakan perusahaan.

Saut menambahkan, sejauh ini sudah ada empat perusahaan yang didemo karena mangkir membayar THR. “Sesuai dengan peraturan H-7 seluruh perusahaan sudah harus membayar THR kepada karyawannya. Karena itu, kami upayakan memfasilitasi. Untuk kasus karyawan PT X memang sedang ada sedikit permasalahan sehingga manajemen sengaja menahan THR mereka. Namun, sebenarnya itu tidak boleh dan besok kami upayakan memfasilitasi ke manajemen perusahaan.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk kawasan Jakarta Utara tercatat ada sekitar 3000 badan usaha atau perusahaan di sektor formal. Untuk melakukan monitoring, pihaknya menugaskan 15 personel pengawas dan 10 personel mediator untuk menangani berbagai kasus seperti kecelakaan kerja, pemutusan hubungan kerja, tuntutan upah maupun upah normatif dan THR. “Kami masih kekurangan personel, idealnya ada 150 personel pengawas dan 100 personel mediator,” tandas Saut Tambunan

Analisis penyelesaian:

Dengan kasus diatas dapat disimpulkan bahwa para buruh yang meminta haknya untuk mendapatkan THR, padahal sesuai peraturan H-7 perusahaan harus membayar THR kepada karyawannya. menurut saya bila dalam kasus ini banyak cara untuk menyelesaikanya mungkin dengan cara mediator atau jika dengan cara mediator tidak berhasil juga perlu adanya proses hukum karena disini telah melanggar hak seseorang dan telah melanggar hukum yang berlaku tentang pemberian THR kepada tenaga kerja. Seharusnya perusahaan memberikan apa yang menjadi haknya untuk karyawan, karena mereka sudah sepantasnya menerima apa yang menjadi haknya.

2. Peranan kepemimpinan untuk mengatasi konflik

    Pemimpin adalah kunci keberhasilan suatu organisasi yang dipimpinnya. Pemimpin juga seorang figur utama yang harus diteladani dan dihormati. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang mampu mempengaruhi individu untuk memberikan arahan supaya mendapat tujuan bersama. Tugas pemimpin bukan hanya memberi arahan dan membuat kerja sama tim tapi pemimpin harus dapat mampu menyelesaikan masalah di organisasi atau perusahaannya.

 Contoh Kasus:

 Meski tinggal sekitar 79-an orang dari 1700 orang pekerja pencatat meter listrik PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Disjaya dan Tangerang yang di putus hubhungan kerja (phk) sepihak oleh perusahaan, tetap terus menuntut keadilan dan perlakuan manusiawi. “Karena kawan-kawan yang sudah bekerja di PT. PLN itu rata-rata sudah lebih dari 29 tahun. Hingga sekarang untuk memperoleh pekerjaan yang baru – karena rata-rata sudah tua – sangat sulit dan nyaris tidak bisa dilakukan. Maka itu, kami akan terus berjuang demia anak dan istri kami”, ungkap Maryoto, selaku Ketua Paguyuban Pekerja PT. PLN Persero Disjaya dan Tangerang.
Secara kronologis, Maryoto dan kawan-kawan mulai bekerja perusahaan listrik milik negara di Jakarta dan sekitarnya umumnya sekitar tahun 1980-an. Namun setelah beberapa tahun berjalan, statusnya dan kawan-kawan pekerja lainnya tidak pernah jelas. Ketika status sebagai pekerja dipertanyakan oleh Maryoto dan kawan-kawan, pihak manajemen berdalih bahwa mereka sebagai pekerja statusnya berada dalam naungan Koperasi yang kemudian berubah menjadi Perusahaan Pemborong Pekerjaan, alias outsourching.


Rangkuman dan penyelesaian:

Seharusnya perusahaan harus jelas untuk menetapkan status pekerjaan karyawan lamanya untuk menjadi karyawan tetap, Dalam hal ini pemimpin perusahaan harus turun langsung dalam menyelesaikan masalah ini. 

3. Praktek dehumanisasi yang biasa muncul dalam praktek manajemen.

    Dehumanisasi adalah menurunnya nila-nilai kemanusiaan yang membuat manusia menjadi tidak sesuai dengan kodratnya sebagai manusia. Biasanya tindakan dehumanisasi ini dilakukan dengan tindakan yang keras terhadap pekerja, perlakukan kasar terhadap perempuan. dan masih banyak lagi tindakan yang lainnya.

Contoh Kasus 1:

Pihak berwenang China menutup sebuah pabrik di baratnegara karena diduga telah memperbudak 11 orang pekerja, kebanyakan cacat mental,selama bertahun-tahun dalam kondisi yang sangat menyedihkan, lapor media pemerintah Selasa (14/12).Kasus tersebut, yang merupakan contoh terbaru penyalahgunaan tenaga kerja di Negara yang luas itu, muncul tiga tahun setelah kasus skandal perbudakan besar yang melibatkan ribuan pekerja yang ditemukan dipaksa bekerja di tempat pembakaran batu- bata.Ke-11 orang itu bekerja di sebuah pabrik bahan bangunan di Xinjiang barat dengan jam kerja yang panjang, mengalami pemukulan secara reguler, dan diberi makanan yang layak untuk anjing, lapor  Beijing News. Mereka bekerja di sebuah pabrik bernama Jiaersi Green Construction Material Chemical Factory dan tak satu pun dari mereka yang dibayar, kata laporan itu. Beberapa dari mereka telah bekerja selama empat tahun.Para pekerja yang mencoba untuk melarikan diri dipukuli secara rutin.Menurut pemilik pabrik itu, Li Xinglin, para pekerja dikontrak untuk bekerja di pabrik tersebut oleh sebuah lembaga bantuan yang tidak terdaftar bagi penyandang cacat yang berbasis di Provinsi Sichuan di barat daya negara itu, kata Beijing News. Li mengaku, ia telah membayar ke agen itu sebesar 9.000 yuan (1.350 dollar AS) untuk pengiriman lima orang dari para pekerja itu serta tambahan 300 yuan per pekerja per bulan, kata harian tersebut.Kantor berita Xinhua mengatakan, polisi di Xinjiang dan Sichuan tengah melancarkan perburuan terhadap Li setelah dia melarikan diri dari pabrik itu bersama sejumlah pekerja

Contoh Kasus 2:

laporan studi kasus tentang maraknya trafficking Perempuan dan Anak di NTT yang dibuat oleh Team Relawan untuk Kemanusiaan-Flores Maumere pada tahun 2008-2010 mencapai 235 kasus. Hal ini menegaskan bahwa di NTT masih dibayangi oleh pelbagai kekerasan dan pelanggaran HAM terutama perempuan dan anak-anak, yang seringkali menjadi sasaran kekerasan. Maka tindakan perdagangan manusia (human trafficking) selain dipahami sebagai suatu bentuk kejahatan kemanusiaan juga menunjukkan sisi dehumanisasi, di mana manusia (perempuan dan anak-anak) sering menjadi “objek/barang” dari fenomena “transaksi” tersebut. Dengan kata lain, sisi kemanusiaan yang menjadi bagian utuh dari kodrat manusia sebagai makhluk berakal budi, berhati nurani dan berperasaan, justru terperangkap dalam kubangan penderitaan dan rasa sakit akibat ulah sesama yang sering bersikap manipulatif dan diskriminarif. Ironisnya, berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak yang menyertai tindakan trafficking tersebut, cenderung dipandang sebagai sesuatu yang “normal” dan sah-sah saja sehingga jauh dari jangkauan penyelesaian dan intervensi berbagai pihak. Akibatnya, hak-hak perempuan dan anak-anak Di NTT masih terus berada di bawah lilitan kekerasan yang kian sistematik. Dengan demikian, potret kekerasan multidimensi yang sering dialami kaum perempuan dalam persoalan human trafficking merupakan ancaman dan bencana kemanusiaan yang sekarang sedang menimpa kita. Hal itu kian diperparah oleh kebijakan daerah yang cenderung diskriminatif terhadap perempuan sebagai golongan masyarakat yang paling rentan diskriminasi baik dari tujuan maupun sebagai dampak di mana terdapat 63 dari 154 kebijakan daerah yang secara langsung diskriminatif.

Rangkuman penyelesaian:

Berdasarkan kasus di atas dapat disimpulkan bahwa masih banyak kasus dehumanisasi dalam praktek kerja maupun perdagangan manusia. Praktek dehumanisasi dapat dilaporkan oleh pihak yang berwajib karena pelanggaran ham. Organisasi atau perusahaan kurang menghargai pekerja karena tidak memberikan gaji yang pantas. 




Minggu, 09 November 2014

Tugas Paikologi Manajement 2



Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.
Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.
Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.
Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik

Teori Victor H. Vroom (Teori Harapan )
Menurut teori harapan yang bisa mendorong kinerja seseorang yaitu : “Harapan seseorang mewakili keyakinan seorang individu bahwa tingkat upaya tertentu akan diikuti oleh suatu tingkat kinerja tertentu”. Sehubungan dengan tingkat ekspektansi seseorang Craig C. Pinder (1948) dalam bukunya Work Motivation berpendapat bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat harapan atau ekspektansi seseorang yaitu:
a. Harga diri.
b. Keberhasilan waktu melaksanakan tugas.
c. Bantuan yang dicapai dari seorang supervisor dan pihak bawahan.
d. Informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas
e. Bahan-bahan baik dan peralatan baik untuk bekerja.

Teori Clyton Alderfer (Teori ERG)
Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerak yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi. 
    E (Existence atau keberadaan)
    R (Relatedness atau hubungan)
    G (Growth atau pertumbuhan)
Ketiga kebutuhan pokok manusia ini diurai Aldelfer sebagai simplifikasi teori hirarki kebutuhan Abraham Maslow sebagai berikut:
1) Existence atau keberadaan adalah suatu kebutuhan akan tetap bisa hidup sesuai dengan tingkat kebutuhan tingkat rendah dari Maslow yaitu meliputi kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman.
2) Relatedness atau hubungan mencakup kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebutuhan ini sesuai dengan kebutuhan afiliasi dari Maslow.
3) Growth atau pertumbuhan adalah kebutuhan yang mendorong seseorang untuk memiliki pengaruh yang kreatif dan produktif terhadap diri sendiri atau lingkungan. Realisasi dari kebutuhan penghargaan dan perwujudan diri dari Maslow.

Kepemimpinan
1. Otokratik

Pola kepemimpinan otokratik disebut juga kepemimpinan diktator. Orang yang menganut pola kepemimpinan seperti ini dalam mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan para bawahannya yang harus melaksanakan atau seseorang yang akan dipengaruhi keputusan tersebut. mereka menentukan apa yang harus dilakukan orang lain dan mengharapkan mereka mematuhinya.

Situasi yang sesuai dengan pola kepemimpinan seperti ini yaitu ketika pemimpin membuat peraturan mengenai disiplin kerja yang baik, mengawasi kinerja karyawan pada saat dilapangan, ketika didapati karyawan yang melanggar aturan atau tidak mengerjakan tugasnya dengan baik, dan tidak bertanggung jawab

2. Demokratik

Pola kepemimpinan Demokratik berbeda dengan gaya otokratis kepemimpinan demokratik memperyimbangkan keinginan dan ide-ide para bawahannya. Dalam pola kepemimpinan demokratik melibatkan para bawahannya yang harus melaaksanakan keputusan, menerima masukan dan rekomendasi dari para bawahan.

Situasi yang cocok dalam pola kepemimpinan ini adalah ketika mengadakan musyawarah, rapat, dan juga pada saat karyawan melanggar aturan atau membuat kesalahan pola kepemimpinan ini juga efektif dilakukan oleh seorang pemimpin yaitu dengan menasehati dan menegur agar mengarahkan karyawan dapat lebih baik lagi dalam pekerjaannya. Bisa juga pada saat pemimpin melakukan kesalahan karyawan boleh menegur dan memberikan masukan untuk lebih baik lagi jadi pemimpin menerima pendapat dari bawahannya.

3. Permisif

Pemimpin permisif merupakan pemimpin yang tidak mempunyai pedirian yang kuat, sikapnya serba boleh. Pemimpin yang menggunakan pola kepemimpinan seperti ini memberi kebebasan kepada bawahannya, sehingga bawahan tidak mempunyai pegangan yang kuat tehadap suatu permasalahan dan cenderung tidak konsisten terhadap apa yang dilakukan.

Sumber:
Tumbol,L.C.,Tewal,B.,Sepang,L.J.(2014).Gaya kepemimpinan otokratis,demkratik dan Laissez faire        terhadap peningkatan
 http://e-jurnalpendidikan.blogspot.com/2011/12/teori-motivasi-menurut-para-ahli.html#.VF-KIMnqvIU
Hasyim, B. (2013). Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja
karyawan pada bagian operator SPBU. Jurnal management.
Universitas hasanudin. Vol.10, No.3.